Perang Api di Desa Adat Petulu, Gianyar – Bali

Perang Api di desa Petulu, Gianyar – Bali. Ritual ini sudah berlangsung sejak dari dulu kala, bertujuan untuk mengusir Bhuta Kala yang digambarkan sebagai makhluk jahat berbadan besar, mata melotot dan lidah yang menjulur panjang keluar. Saat saya datang ke sana, 2 buah tumpukan sabut kelapa sudah disiapkan di tengah-tengah tempat ritual akan diadakan. Sabut kelapa itu nantinya akan dibakar dan dijadikan bara untuk berperang, saling melempar dan memukul dengan bara sabut kelapa. Beberapa pemuda ada sedang merias wajah dengan coretan cat dan juga bermain gamelan bali, membuat suasana semakin meriah. Masyarakat lokal yang sangat ramah, sebelum ritual benar-benar dimulai kami diajak untuk menikmati makanan yang sudah dihidangkan. Kesederhanaan dan kebersamaan warga setempat yang membuat kami semakin nyaman berada disana.

Kali ini saya berkesempatan untuk menyaksikan dengan bersama beberapa teman yang lain pada malam pengerupukan, 20 Maret 2015 kemarin. Berjarak sekitar 40 km dari tempat saya tinggal, Desa Petulu, Gianyar, kira kira saya tempuh dalam waktu 1 jam melewati Desa Ubud menuju ke arah Desa Tegalalang.

Para peserta Ritual Perang api itu adalah para pemuda adat Desa Petulu. Mereka terlihat bersemangat pada hari itu. Dengan berpakaian adat Bali terlihat bahwa ritual ini sangat disakralkan oleh masyarakat setempat. Warisan nenek moyang yang masih dilakukan untuk mejaga nilai nilai luhur desa.

Aba aba dari salah seorang warga bahwa ritual akan segera dimulai… Gamelan mulai dimainkan dengan tempo kencang khas gamelan Bali. Adrenalin mulai meningkat. Para pemuda desa yang ikut dalam ritual tersebut mulai berdendang nyanyian Bali dan mulai satu per satu melepas baju mereka. Perang api dimulai dengan tanda peluit dari pimpinan ritual, saling menyerang dengan sabut kelapa yang sudah membara, saling membalas dan menangkis. Terlihat sangat tegang dan mengerikan suasana pada saat itu. Tidak jarang juga saya terkena lemparan bara api, karena memang bara api malam itu sangat liar.

Pada saat selesai Ritual Perang Api, diadakan pengarakan ogoh-ogoh mengelilingi desa sekitar. Pada saat itu ada sekitar 3 atau 4 ogoh-ogoh yang diarak, tidak banyak tapi terlihat sakral. Diiringi oleh beberapa pemuda pembaca obor disekeliling ogoh-ogoh yang diarak.

Advertisements

One response to “Perang Api di Desa Adat Petulu, Gianyar – Bali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s